Belinda Tanoto Masuk Daftar 25 Filantropis Berpengaruh di Asia Tenggara

93 views

Belinda Tanoto adalah puteri termuda Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto ini merupakan salah satu anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, anak perusahaan yang didirikan dan diketuai oleh Sukanto Tanoto. Belinda Tanoto memulai kegiatan di tahun 1981, Tanoto Foundation yang didirikan oleh orangtuanya tersebut telah mendukung NUS atau National University Of Singapore, termasuk di dalamnya program – program beasiswa, dukungan penelitian, dan juga professorships.

Selain itu, juga perlu untuk kita ketahui bersama bahwa Belinda Tanoto ini yang juga merupakan lulusan sekolah bisnis ini ternyata memiliki passion dalam kegiatan peningkatan akses serta kualitas pendidikan yang ada di beberapa negara – negara berkembang. Ia juga sangat antusias sekali dalam menerapkan prinsip – prinsip yang sudah ia pelajari untuk bisa temukan solusi bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan. Jadi tidak diherankan jika pada akhirnya Belinda Tanoto masuk dalam daftar 25 filantropis berpengaruh yang ada di Asia Tenggara.

Belinda Tanoto Masuk Daftar 25 Filantropis Berpengaruh di Asia Tenggara

Puteri termuda Sukanto Tanoto ini adalah anggota dari Komite Eksekutif Tanoto Foundation, masuk ke dalam ASEAN Impact 25. Ini merupakan sebuah katalog yang berisikan mengenai kompilasi gagasan 25 filantropis berpengaruh yang ada di Asia Tenggara. Katalog tersebut diriliskan bersama dengan acara ASEAN Philanthropy Dialogue yang diselenggarakan Asia Pgilanthropy Circle atau APC di Singapura pada bulan Maret 2018 kemarin.

Puteri Sukanto Tanoto ini memimpin generasi baru bagi perusahaan Tanoto Foundation, sebuah yayasan filantropi keluarga yang telah didirikan oleh orangtuanya. Di tahun 1981 silam, Sukanto Tanoto bersama istrinya memulai kegiatan Tanoto Foundation dengan cara meletakkan dasar – dasar kegiatan filantropi dengan tujuan untuk bisa menanggulangi kemiskinan lewat pendidikan, pemberdayaan, dan juga peningkatan kualitas hidup. Sekarang ini, puteri Sukanto Tanoto tersebut berhasil membawa Tanoto Foundation sebagai repesentasi yayasan filantropi yang jauh lebih muda dan fokus pada strategi untuk hasilkan dampak sosial secara berkelanjutan.

Di tahun 2017 kemarin, keluarga Sukanto Tanoto mengkaji kembali kegiatan filantropinya. Dimana strategi baru ini jauh lebih kepada investasi sumber daya manusia di semua siklus hidupnya. Dalam hal tersebut, Tanoto Foundation mendukung secara penuh pendidikan dan pengembangan anak di usia dini dengan cara menekan angka kasus stunting di Indonesia. Setidaknya ada sekitar 9 juta anak alami stunting, ini pastinya jadi angka yang tak bisa diterima untuk negara berpenghasilan menengah seperti Indonesia.

Pada saat isu stunting mengemuka dan lagi jadi sorotan pemerintah, puteri Sukanto Tanoto ini mengantisipasinya dengan cara terlibat secara langsung dan aktif di bidang tersebut. Tak hanya itu saja, Tanoto Foundation juga turut berusaha untuk bisa tingkatkan hubungan yang baik dengan pemerintah sebagai salah satu cara pengembangan dan perluasan program. Selain itu Belinda Tanoto juga sampaikan ambisinya untuk bermitra dengan 20 ribu sekolah dasar dalam satu dekade ke depan. Ia kenalkan pendekatan baru untuk tingkatkan mutu pendidikan dasar, intensifkan dukungan pada anak usia dini, dan pertajam data untuk hasilkan dampak yang lebih produktif lagi.

Tetapi ambisi tentunya bukanlah apa – apa apabila tidak dieksekusi dengan baik dan benar. Dalam upayanya untuk jadi yayasan filantropi kelas dunia, Tanoto Foundation pastinya akan terus mendorong para profesional yang berkompeten untuk kembangkan visi serta strategi yayasan ke depan.

Leave a reply "Belinda Tanoto Masuk Daftar 25 Filantropis Berpengaruh di Asia Tenggara"