Imunisasi Ibu Hamil, Perlukah? Ini Jenis Imunisasi Untuk Ibu Hamil Yang Disarankan

LazyMule.info – Imunisasi Ibu Hamil, Perlukah? Ini Jenis Imunisasi Untuk Ibu Hamil Yang Disarankan, Imunisasi Ibu Hamil, Perlukah? Ini Jenis Imunisasi Untuk Ibu Hamil Yang Disarankan

Imunisasi Ibu Hamil, Perlukah? Ini Jenis Imunisasi Untuk Ibu Hamil Yang Disarankan

Imunisasi Ibu Hamil dan Jenis Imunisasi Yang Disarankan – Kata-kata yang satu ini ikut dipikirkan oleh seorang perempuan saat persiapan akan hamil maupun selama hamil. Imunisasi ibu hamil apa perlu dilakukan? Sebetulnya kembali kepada diri sendiri, sebab ini optional (boleh dilakukan, boleh juga tidak). 
Imunisasi Ibu Hamil, Jenis Imunisasi Ibu Hamil
Berdasarkan kata-katanya, imunisasi merupakan sebuah upaya dan proses menguatkan imunitas tubuh agar lebih kebal terhadap penyakit. Biasanya dengan obat-obat tertentu yang bersifat vaksin. Maka lazim juga disebut dengan istilah vaksinasi.

Vaksinasi disebut juga imunisasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut. Kata vaksinasi berasal dari bahasa Latin vacca yang berarti sapi – diistilahkan demikian karena vaksin pertama berasal dari virus yang menginfeksi sapi (cacar sapi). Wikipedia

Imunisasi dapat dilakukan dengan beberapa cara, ada yang diberikan secara suntikan ke otot (intra muscular atau im), lapisan bawah kulit (sub cutant atau sc) maupun ada yang diberikan melalui tetesan cairan ke mulut (misalnya vaksin polio dan kolera). Wikipedia

Jenis-jenis Imunisasi Ibu Hamil


Jika Anda lebih 'sreg' untuk memilih melakukan imunisasi, maka imunisasi ibu hamil meliputi jenis-jenis imunisasi berikut ini :

1. Imunisasi MMR (Measles Mumps Rubella). 
Imunisasi MMR adalah imunisari untuk mencegah serangan virus rubella (campak Jerman). Virus campak Jerman dapat menyebakan cacat janin, terutama pada usia kehamilan trimester pertama. Imunisasi MMR dilakukan sebelum kehamilan
2. Imunisasi TT (Tetanus Toksoid)
Fungsi dari imunisasi TT ini untuk mencegah infeksi penyakit tetanus akibat luka di area V. Terutama dari infeksi yang ditimbulkan dari peralatan medis yang tidak steril saat persalinan (melahirkan). Imunisasi TT dilakukan saat ibu hamil masuk ke usia kehamilan 5 – 6 bulan (trimester ke dua)
3. Imunisasi Hepatitis B
Imunisasi ini berguna untuk mencegah infeksi penyakit hepatitis B terhadap ibu hamil. Jadwal imunisasi ibu hamil untuk hepatitis B ini saat masuk umur kehamilan bulan pertama, ke dua, dan kehamilan bulan ke enam. Tidak hanya untuk ibu hamil, imunisasi hepatitis B juga dilakukan pada bayi sesaat setelah dilahirkan
4. Imunisasi Meningococcal
Imunisasi Meningococcal adalah upaya untuk mencegah janin dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningisit. Jadwal imunisasi Meningococcal diberikan pada ibu hamil di awal semester ke dua
Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda tentang jenis imunisasi untuk ibu hamil. Perlu tidaknya melakukan imunisasi diserahkan kembali kepada Anda

Terima Kasih Atas kunjungan anda di halaman  Imunisasi Ibu Hamil, Perlukah? Ini Jenis Imunisasi Untuk Ibu Hamil Yang Disarankan, Jangan lupa untuk Membookmars Halaman ini jika  Imunisasi Ibu Hamil, Perlukah? Ini Jenis Imunisasi Untuk Ibu Hamil Yang Disarankan berguna untuk anda.

Leave a reply "Imunisasi Ibu Hamil, Perlukah? Ini Jenis Imunisasi Untuk Ibu Hamil Yang Disarankan"